Invasive spesies/ secara Indonesia mungkin setara dengan gulma..yang menjadi ancaman kepunahan spesies dapat dirunut dari sejarah kolonialisasi bangsa eropa, penjelajahan bangsa ini seringkali membawa spesies eropa (baik sengaja maupun tidak) ke semua negeri yang dijelajahinya, secara sengaja mereka membawa spesies eropa supaya negeri baru yang dijelajahinya menjadi rumah kedua yang mirip dengan tanah air mereka. Sebagai contoh beberapa mamalia yang sengaja dibawa untuk dijadikan hewan buruan, pada akhirnya hewan – hewan ini berkembang pesat karena mampu bertahan di negeri asing bahkan lebih bisa berkembang dari spesies asli negeri tersebut.
Kegiatan pertanian, hortikultura dan perikanan seringkali juga memaksakan masuknya spesies asing ke daerah tertentu. Contohnya pengenalan jenis jambu Bangkok, padi Thailand ke Indonesia kemudian lele dan mujaer yang dimasukkan ke danau – danau yang mulanya hanya untuk kegiatan memancing ternya ta malah membuat spesies ikan asli terpinggirkan.
Kasus lainnya adalah ketika spesies asing tersebut mulai mengganggu habitat asli, kemudian dilaksanakan kebijakan untuk mendatangkan spesies control yang diyakini mampu menjadi predator atau lawan dari spesies asing tersebut. Ternyata setelah spesies pengganggu mampu “dikalahkan”, spesies control tersebut menjadi masalah baru yang menjadi penguasa baru.
Contoh kasus invasive spesies antara lain : Keong mas (Pomacea canaliculata) yang asli Argentina pada tahun 1981 didatangkan ke Taiwan sebagai bahan obat, pada tahun – tahun berikutnya keoang tersebut semakin tersebar ke seluruh asia termasuk Indonesia dan menjadi masalah serius pertanian Indonesia. Spesies ini mampu bertahan karena tidak ada predator alami di tempatnya yang baru.
Dari contoh kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa pengenalan spesies baru harus menjadi pilihan terakhir, karena kita tidak mampu memprediksi kemampuan hidupnya di tempat baru. Jangan – jangan spesies tersebut akan menjadi masalah baru yang mengakibatkan musnahnya spesies asli.
Dari berbagai sumber bacaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar